Congregatio Discipulorum Domini

Para anggota Congregatio Discipulorum Domini (Kongregasi Murid-murid Tuhan) menghayati hidupnya sebagai murid dan senantiasa belajar pada Yesus Kristus, sang Guru Agung. Kunjungan kepada Sakramen Mahakudus menjadi ungkapan cinta dan penyerahan diri secara total. Dari sinilah para anggota menimba kekuatan untuk karya kerasulannya sebagai murid yang diutus untuk mempersiapkan orang menyambut Kristus di dalam hidupnya (bdk. Luk 10:1-12).

29 November 2012

ISTIMEWA, BIBLE STUDY 2012 SMPK KOLESE SANTO YUSUP 1 & 2


I want you, I miss you, I love you, datang dan jadilah terang-Ku…berrrr…


Itulah yel-yel yang diteriakan secara meriah oleh para siswa SMPK Kolese Santo Yusup (Hua Ind) 1 dan 2 Malang. Acara Bible Study yang untuk ketiga kalinya diadakan ini, berlangsung pada tanggal 28-29 Juli 2012 di komplek Sekolah Kolese Santo Yusup, Jalan Simpang Borobudur No. 1 Malang. Kali ini, acara diperuntukan bagi siswa SMPK Kolese Santo Yusup (Hua-Ind) 1 dan 2 Malang kelas VII.

Bertemakan “Datang dan Jadilah Terang-Ku”, Bible Study tahun ini memiliki tujuan sebagai sarana yang mendidik para kaula muda untuk lebih mengenal dan mendalami Kitab Suci, sehingga melalui nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, para kaula muda diharapkan dapat menjadi terang Kristus di dalam dunia.
Acara ini dipanitiai langsung oleh para frater Congregatio Discipulorum Domini (Kongregasi Murid-murid Tuhan), para sahabat muda Costantini, dan dibantu oleh para pembina BIAK Paroki St. Aloysius Gonzaga Surabaya.

    Acara dimulai Sabtu (28/7),  pukul 15.00 WIB dengan registrasi para peserta Bible Study. Pukul 16.00-17.00 WIB dimulailah doa pembuka, pengenalan yel-yel, dance, dan bernyanyi bersama, serta sambutan dari Pastor Yuki Hartandi, CDD. Pukul 17.00-20.00 WIB dimulailah sesi I dengan tema “Datang” yang dibawakan oleh Fr. Hendrikus de Jesus, CDD. Dalam proses penyampaiannya sesi ini memadukan antara Games Alkitab Indoor dengan nyanyian. Dengan tujuan, mengajak para siswa untuk datang, melihat, dan mengalami sendiri bagaimana kehidupan Yesus. Dari situlah mereka diharapkan dapat menjadi saksi dan pewarta Kristus di dalam hidupnya sehari-hari. Pukul 19.00-19.40 WIB acara dilanjutkan dengan makan malam.


    Pukul 20.00-21.00 WIB acara dilanjutkan kembali dengan nyanyi bersama sebagai tanda dimulainya sesi II. Kali ini, sesi bertemakan “Jadilah Terang” dan dibawakan oleh Fr. Benediktus  Tety Akoit, CDD. Dalam proses penyampaiannya siswa disuguhkan drama singkat yang berjudul “Menjadi Terang” sebagai ilustrasi pembuka. Drama tersebut bertujuan memberi gambaran kepada para siswa untuk mau dan bersedia menjadi terang Kristus di dalam kehidupannya, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Setelah itu, sesi ditutup dengan ibadat tobat yang dipimpin oleh Fr. Yanerius Mitan, CDD dan Fr. Benediktus Tety Akoit, CDD. Jalannya ibadat tobat kali ini dipenuhi oleh cucuran air mata para peserta yang dikarenakan rasa haru dan sedih. Mereka merasa disadarkan akan besarnya kasih Allah yang diberikan selama ini melalui perantara orang tua yang selalu mencintai mereka. Pukul 21.30 WIB peserta dipersilahkan beristirahat dan tidur.

    Esoknya (29/7), para peserta bangun pukul 05.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pukul 06.30 WIB, yang dipimpin oleh Pastor Agustinus Lie, CDD. Pukul 07.30 WIB acara dilanjutkan dengan makan pagi dan persiapan melakukan Games Outdoor yang meliputi: Game Sepuluh Perintah Allah, Roda Tank, Tiang Awan, Cerdas Cermat, Labirin, Mencari Kelereng dalam Tepung, Pewartaan Injil, Talang Air, Mencari Bola Emas, Bawa Bola, Lomba Alkitab, dan Satu Tubuh. Permainan tersebut dimulai pukul 08.30-11.30 WIB yang tujuannya melatih para kaum muda ini untuk mau bekerja sama, mempunyai rasa saling percaya, dan tolong menolong. Pukul 11.30-12.00 WIB peserta dipersilahkan istirahat dan persiapan pribadi. Lalu pukul 12.00-12.30 WIB acara ditutup dengan doa penutup dan bernyanyi bersama. Setelah itu makan siang dan sayonara.


Proficiat buat panitia!!! Peserta pulang dengan “bingkisan” kegembiraan serta semangat baru untuk dapat menjadi terang Kristus dalam hidup sehari-hari.


(Albertus Angga Nofianto)

02 November 2012

MENYELAMI KEHADIRAN KRISTUS MELALUI DEVOSI KEPADA SAKRAMEN MAHAKUDUS

Ekaristi adalah puncak perayaan iman Gereja Katolik. Dalam Sacramentum Caritatis Paus Benedictus XVI sangat menganjurkan umat untuk menghormati Sakramen Mahakudus yang diungkapkan dalam berbagai bentuk adorasi Sakramen Mahakudus. Bertepatan dengan peringatan pendiri Kongregasi Murid-murid Tuhan (CDD) Bapa Kardinal Celso Costantini, keluarga besar Kongregasi Murid-murid Tuhan mengadakan prosesi Sakramen Mahakudus yang dikemas dalam Triduum Sakramen Mahakudus pada Senin-Rabu, 15-17/10/12. Triduum Sakramen Mahakudus dilaksanakan di komplek Sekolah Kolese St. Yusuf (KOSAYU) Blimbing, Malang. Perayaannya dirayakan dengan Misa Kudus dan diakhiri dengan pentahtaan atau eksposisi Sakramen Mahakudus. Seluruh triduum ini dirangkai dengan satu tema besar “Menyelami Kehadiran Allah (IL SENSO DELLA PRESENZA DI DIO).” Ungkapan ini merupakan ajaran Celso Costantini tentang Allah yang senantiasa hadir.
Tema hari pertama triduum ialah “Kehadiran Allah dalam Alam Semesta.” Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Yuki Hartandi, CDD dengan konselebran P. Lodewyik Tshie, CDD dan P. Agustinus Lie, CDD. Dalam homilinya P. Yuki, CDD mengajak umat melihat bahwa manusia saat ini sudah sulit merasakan kehadiran Allah di dalam alam, karena ulah manusia sendiri yang merusak alam. Manusia bertindak semena-mena dan kurang peduli terhadap alam. Padahal, alam semesta menampakan jejak kehadiran Allah, meski alam itu bukan Allah. Sebagai ajurannya beliau berkata, “Mari kita semua peduli terhadap kelestarian alam dan senantiasa bersama alam memuji Sang Penciptanya. Pada hari kedua fokus tema ialah “Kehadiran Allah dalam Diri Bapa Suci.” Perayaan Ekaristi kali ini dipimpin oleh P. Willy Malim Batuah, CDD dengan konselebran P. Yuki Hartandi, CDD dan P. Agustinus Lie, CDD. Sebagai bahan permenungan P. Willy, CDD menyampaikan bahwa kita harus selalu hidup dalam kesatuan dengan Bapa Suci. Bapa Suci adalah kepala gereja universal pewaris takhta Petrus mewakili Kristus memimpin gereja-Nya.
Sebagai puncak triduum diusunglah tema “Kehadiran Allah dalam Sakramen Mahakudus.” Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Agustinus Lie, CDD dengan konselebran P. Lodewyik Tshie, CDD, P. Willy, CDD, P. Sukamto, CDD, P. Yuki, CDD, dan P. Prasetyo, CDD. Dalam homilinya P. Agus, CDD menyampaikan bahwa kehadiran Kristus dalam Sakramen Mahakudus merupakan pengakuan iman gereja. Maka, devosi kepada Sakramen Mahakudus merupakan kekayaan gereja. Kongregasi Murid-murid Tuhan menghayati kekayaan gereja ini secara istimewa, sesuai dengan ajaran Celso Costantini bahwa kekayaan gereja ini harus disebarkan kepada orang banyak, terutama kepada semua rekan kerja CDD dan siswa-siswi yang berada di sekolah yang dikelola oleh CDD. P. Agustinus Lie, CDD juga menegaskan, “Pada perayaan ini kita akan mengarak Kristus yang hadir dalam rupa roti. Kristus sendiri datang mengunjungi dan mengetuk hati kita. Kalau kita mau membuka hati, maka kita menyambut Kristus sehingga kita tidak akan merasa kesepian dan takut lagi karena Kristus berjalan bersama kita. Oleh sebab itu, kita pun pada akhirnya akan bersama Kristus dan mengikuti-Nya berjalan menuju kepada Bapa.”
Setelah Perayaan Ekaristi kemudian dilanjutkan dengan perarakan Sakramen Mahakudus mengelilingi komplek Sekolah KOSAYU Malang. Mengingat jumlah umat yang banyak maka umat dibagi menjadi lima stasi (lima kelompok). Perarakan berakhir di lapangan basket KOSAYU yang kemudian diakhiri dengan pentahtaan atau eksposisi Sakramen Mahakudus. Melalui perayaan ini umat diharapkan semakin mampu menghayati kehadiran Kristus dalam rupa tubuh dan darah-Nya.(Angga Nofianto)