Congregatio Discipulorum Domini

Para anggota Congregatio Discipulorum Domini (Kongregasi Murid-murid Tuhan) menghayati hidupnya sebagai murid dan senantiasa belajar pada Yesus Kristus, sang Guru Agung. Kunjungan kepada Sakramen Mahakudus menjadi ungkapan cinta dan penyerahan diri secara total. Dari sinilah para anggota menimba kekuatan untuk karya kerasulannya sebagai murid yang diutus untuk mempersiapkan orang menyambut Kristus di dalam hidupnya (bdk. Luk 10:1-12).

14 June 2009

MISA TRIDUUM DAN PROSESI SAKRAMEN MAHAKUDUS DEVOSI KHUSUS KONGREGASI MURID-MURID TUHAN


Kongregasi Murid-murid Tuhan didirikan oleh Celso Costantini di China pada tahun 1931. Ketika mendirikan kongregasi ini, Celso menginginkan dan menetapkan bahwa Ekaristi atau sakramen Mahakudus menjadi spiritualitas dari kongregasi Murid-murid Tuhan Oleh sebab itu, kongregasi Murid-murid Tuhan mengadakan berbagai usaha untuk semakin menghayati dan memperkenalkan devosi kepada Sakramen Mahakudus. Sejalan dengan itu, Komunitas biara CDD Malang, Batu dan Sawiran dalam kerjasama dengan Yayasan Kolese St Yusup yang bernaung di bawah Kongregasi Murid-Murid Tuhan menyelenggarakan triduum dan prosesi Sakramen Mahakudus. Triduum dimulai sejak tgl 9 dan memuncak pada 11 Juni 2009. Hari pertama Triduum di isi dengan misa kudus dan pentahtaan sakramen Mahakudus di Kapel KOSAYU Malang. Tema yang diusung adalah “Tuhan mengunjungi UmatNya”. Perayaan misa di pimpin oleh Pater Yuki CDD dan siraman rohani atau khotbah diberikan oleh Pater Marianus CDD.
Dalam khotbahnya, Pater Marianus CDD yang bertugas di Asrama Putra KOSAYU menekankan pentingnya devosi kepada Sakramen Mahakudus. Beliau mengatakan bahwa Tuhan senantiasa mengunjungi kita dalam setiap dinamika kehidupan kita. Berdevosi kepada Sakramen Mahakudus tidak boleh dikalahkan oleh keinginan diri yang justeru akan berakibat fatal.
Dalam hal ini, Pater Marianus CDD memberi contoh ketika ia hampir mengalami kecelakaan, tetapi beliau bersyukur bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, beliau baru saja mengadakan sembah sujud sakramen bersama dengan anak-anak asrama. Beliau percaya bahwa Tuhan mengunjunginya pada saat itu
Triduum hari kedua juga diisi dengan perayaan ekaristi dan pentahtaan sakramen Mahakudus. Triduum hari kedua di pimpin oleh Pater Agus CDD dan khotbah disampaikan oleh Pater Lodewiyk CDD. Dalam khotbahnya, Pater Lodewiyk menegaskan bahwa Tuhan tidak hanya mengunjungi umatNya tetapi IA menyertai dan hadir bersama dengan UmatNya. Lebih lanjut dikatakan oleh Pater Lodewiyk bahwa Tuhan senantiasa akan menyertai umatNya sebagaimana Abraham yang percaya kepada warta keselamatan dari Tuhan meskipun semuanya tampak tidak jelas. Iman semacam inilah yang dituntut dari kita.
Puncak devosi dan berkat sakramen Mahakudus diadakan pada 11 Juni 2009 pukul 16.30. Pada hari puncak ini, cuaca mendung dan hujan turun silih berganti dengan frekuensi yang berbeda-beda. Kadang lebat kadang tidak . Panitia dibuat sibuk dan cemas. Namun kegiatan prosesi tetap dapat berjalan dengan baik tatkala pada saat misa berlangsung, cuaca sedikit demi sedikit mulai menampakkan kecerahannya. Puji Tuhan ! akhirnya semua dapat berjalan dengan baik. Di hari ketiga ini, misa dipimpin oleh Pater Lodewiyk CDD, provinsial Kongregasi Murid-murid Tuhan propinsi Indonesia dan didampingi oleh Pater Agus CDD, Pater Marianus CDD, Pater Marianus CDD dan Pater Sukamto CDD. Misa berlangsung dengan meriah dan umat yang hadir cukup banyak meskipun berkurang bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyak faktor yang turut mempengaruhi. Salah satunya adalah cuaca mendung yang menggantung di kota Malang pada hari itu.
Pada misa puncak ini, khotbah disampaikan oleh Pater Agus CDD. Dengan tegas Pater Agus mengatakan bahwa Devosi Sakramen Mahakudus tidak boleh hanya berhenti pada saat ada devosi. Tetapi umat harus sadar dan memahami bahwa Tuhan telah hadir setiap hari dalam hidup kita terutama pada saat kita menghadiri Misa Kudus setiap hari. Lebih lanjut, Pater Agus yang juga dosen di STFT Widya Sasana ini mengatakan bahwa manusia cenderung tidak kuat untuk bertahan dalam niat yang baik. Oleh sebab itu, manusia harus selalu berlatih dan menempa diri agar mampu bertahan dalam niat yang baik. Melalui devosi sakramen ini, umat diharapkan semakin mencintai dan mengandalkan Allah dalam hidupnya. Kita tidak perlu sibuk dan repot menjelaskan apa dan bagaimana roti menjadi tubuh dan anggur menjadi darah. Namun lebih penting dari semua itu, kita harus memiliki iman kepercayaan akan Allah yang hadir dalam rupa roti dan anggur, demikian penegasan yang disampaikan oleh Prefek Studen CDD ini
Setelah misa selesai, prosesi sakramen Mahakudus dipimpin oleh Pater Yuki CDD. Sakramen Mahakudus ditahtakan pada sebuah tandu yang telah dipersiapkan dengan bagus dan indah. Umat berarak dengan penuh kegembiraan dan sepanjang perarakan, umat bernyanyi dan berdoa. Pada setiap stasi, sakramen berhenti dan umat berlutut untuk mendapat berkat. Akhirnya sakramen tiba ditempat yang telah dipersiapkan dan disanalah Sakramen ditahtakan. Umat berdoa dan bernyanyi serta mendapat berkat berlimpah dari sakramen Mahakudus.
Devosi dan prosesi berjalan dengan cukup lancar dan menggembirakan. Umat dan panitia bekerja dengan sekuat tenaga untuk menyukseskannya. Para frater skolastik, novisiat dan postulat CDD tampak hadir bergabung dengan umat. Akhirnya misa dan prosesi sakramen Mahakudus selesai pada pukul 19.00 dan Pater Provinsial CDD menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan perayaan agung ini. semoga ditahun depan, perayaan ini semakin dikenal dan dengan demikian, semakin banyak orang yang mendapat berkat dari Sakramen Mahakudus.

Salam dan doa

Ignas Huang CDD